🌀 ... Setiap tahun ia datang dan pergi. Sunyi, terkadang tanpa sambutan yang semestinya. Padahal di dalamnya tersimpan keutamaan yang bahkan para sahabat pun terkejut mendengarnya.
Inilah sepuluh hari terbaik sepanjang tahun, melebihi hari-hari Ramadhan — dan ia sedang mengetuk pintu kita sekarang.
*01 –SEPULUH HARI TERBAIK DALAM SETAHUN*
Ketika sepuluh malam terakhir Ramadhan tiba, semangat kita melonjak. Kita seolah menjadi manusia berbeda — lebih khusyuk, lebih dermawan, lebih serius ibadah. Namun, ketika sepuluh hari pertama Zulhijjah datang, apa yang terjadi?
Kebanyakan orang menjalaninya seperti hari-hari biasa. Bangun, bekerja, tidur. Tanpa target ibadah khusus. Tanpa semangat yang berbeda.
Padahal — dan inilah yang sering kita lewatkan — Rasulullah ﷺ bersabda, "Tiada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai oleh Allah dibandingkan dengan sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah."
Para sahabat pun terperanjat. Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah juga lebih utama dari jihad di jalan Allah?"
Beliau menjawab, "Ya, bahkan lebih utama dari jihad — kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya, lalu tidak kembali dengan apa-apa." (HR Al-Bukhari dan At-Tirmidzi)
Lebih utama dari jihad. Bukan sekadar sama baiknya. Lebih utama!
*02 – MENGAPA HARI-HARI INI BEGITU ISTIMEWA?*
Sepuluh hari pertama Zulhijjah bukan hari-hari biasa yang sekadar diberi label "mulia" tanpa alasan. Ada tiga peristiwa agung yang Allah titipkan di dalamnya.
*PERTAMA* → Ada Hari Tarwiyah pada 8 Zulhijjah — hari para jamaah haji memulai perjalanan menuju Mina, memulai rangkaian ibadah haji yang paling utama.
*KEDUA* → Ada Hari Arafah pada 9 Zulhijjah — hari terbaik untuk berpuasa bagi yang tidak berhaji. Puasa di hari ini menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang (HR. Muslim).
*KETIGA* → Ada Hari Nahr pada 10 Zulhijjah — Idul Adha, hari penyembelihan kurban, hari raya terbesar dalam Islam yang menyatukan spiritualitas dan kepedulian sosial dalam satu momen agung.
Para ulama besar — Ibnu Katsir, Ibnu Taimiyah, Ibnu Rajab, Ibnul Qayyim — sepakat bahwa amalan wajib pada hari-hari ini lebih utama dari amalan wajib pada waktu lain.
Bagaimana tidak, amalan sunnah yang dilakukan di dalamnya pun lebih besar ganjarannya dari amalan sunnah di hari-hari biasa.
*03 – APA YANG BISA KITA LAKUKAN?*
Rasulullah ﷺ tidak hanya memberi tahu bahwa hari-hari ini mulia. Beliau juga memberi panduan praktis, "Maka perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid." (HR Ahmad)
Dan, berikut adalah amal-amal yang bisa kita optimalkan selama sepuluh hari ini:
* Berpuasa — terutama pada 9 Zulhijjah. Jika mampu, berpuasa dari tanggal 1 hingga 9 lebih afdhal.
* Mengoptimalkan shalat sunnah — Rawatib, Tahajud, Dhuha — jangan biarkan satu pun terlewat.
* Memperbanyak sedekah dan infak, karena hari-hari penuh rahmat ini adalah waktu terbaik untuk meringankan beban sesama.
* Menyembelih hewan kurban bagi yang mampu — ini adalah amalan paling istimewa di hari-hari ini, syiar Islam sekaligus wujud nyata ketakwaan.
* Menghidupkan lisan dengan zikir dan takbir: Allāhu Akbar, Lā ilāha illallāh, Alhamdulillāh.
* Memperbanyak tilawah Al-Quran dan doa.
* Hal yang tidak kalah penting: bertobat dengan sungguh-sungguh — jadikan sepuluh hari ini sebagai titik awal perubahan yang selama ini tertunda.
*04 – BEGINILAH CARA SALAFUSH SHALIH MENGHIDUPKANNYA*
Generasi terbaik umat ini tidak membiarkan hari-hari ini berlalu begitu saja.
Sa'id bin Jubair misalnya, setiap kali memasuki sepuluh hari Zulhijjah, beliau beribadah dengan kesungguhan yang luar biasa. Sampai-sampai beliau berkata kepada orang-orang di sekitarnya:
"Jangan kalian matikan lampu-lampu pada malam hari sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah." (Ibnu Rajab, Lathā'if Al-Ma'ārif, hlm. 263)
Ini bukan perintah harfiah soal lampu. Ini adalah simbol — jangan biarkan malam-malam ini padam tanpa ibadah, tanpa zikir, tanpa munajat.
Abu 'Utsman Al-Nahdi meriwayatkan bahwa kaum salaf sangat bersemangat mengagungkan tiga masa utama dalam setahun:
Yaitu, sepuluh malam terakhir Ramadhan, sepuluh hari awal Zulhijjah, dan sepuluh hari awal Muharram. Inilah tiga jendela waktu — dan kita sedang berdiri tepat di depan salah satunya.
Maka …
Jika saat Ramadhan kita bisa bersemangat mengejar Lailatul Qadar, pada Zulhijjah ini pun kita layak mengejar sepuluh hari penuh yang lebih dicintai Allah ﷻ dari hari lain sepanjang tahun.
📚 … Disarikan dari *44 Faedah Sepuluh Hari Pertama Zulhijjah* karya Syaikh *Muhammad Shalih Al-Munajjid*.
Inspirasi Terpopuler