๐ง ... Pernahkah terbersit pertanyaan ini di hati kita: apa gunanya membaca Al-Quran jika artinya saja tidak kita mengerti, dan isinya pun cepat terlupakan?
Barangkali kita pernah merasa bacaan kita sia-sia, sekadar mengucapkan huruf demi huruf tanpa tahu apa yang tengah dikatakan.
Namun boleh jadi, ada sesuatu yang bekerja di dalam diri kita, jauh sebelum akal sempat memahaminya.
*01 โ RUMAH YANG KEHILANGAN TIANGNYA*
Rasulullah ๏ทบ pernah menyampaikan perumpamaan bahwa orang yang di dalam hatinya tidak ada sedikit pun dari Al-Quran, ia bagaikan rumah yang runtuh (HR At-Tirmidzi).
Renungkanlah pilihan kata itu. Bukan rumah yang kosong perabotnya, bukan pula rumah yang sepi penghuninya. Melainkan rumah yang roboh.
Artinya, tanpa kehadiran ayat-ayat suci di dalam diri, hidup kehilangan tiang penyangganya. Terasa kering, hampa, rapuh, dan kehilangan arah.
Maka, membaca Al-Quran bukan sekadar rutinitas ritual. Ia adalah usaha menanamkan cahaya Ilahi ke dalam dada, agar bangunan jiwa kita tetap tegak berdiri.
*02 โ TIGA KEBAIKAN YANG TETAP MENGALIR*
Andaipun kita belum bisa memahami maknanya, ada banyak kebaikan yang tetap kita panen dari setiap bacaan. Apa sajakah itu?
*Pertama โ Membersihkan Hati dan Pikiran*
Membaca Al-Quran seperti mencuci hati yang berdebu. Setiap huruf yang terucap adalah zikir yang menambah pahala sekaligus merontokkan dosa.
Rasulullah ๏ทบ bersabda bahwa siapa membaca satu huruf dari Al-Quran, baginya satu kebaikan, dan kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh (HR At-Tirmidzi).
Bayangkan, satu huruf saja. Bukan satu ayat, bukan satu surat.
*Kedua โ Menjadikan Pribadi yang Lebih Baik*
Semakin sering kita bersentuhan dengan Al-Quran, semakin tergerak hati untuk terus berbenah. Allah ๏ทป berfirman:
ููููููุฒูููู ู
ููู ุงููููุฑูุขูู ู
ูุง ูููู ุดูููุงุกู ููุฑูุญูู
ูุฉู ูููููู
ูุคูู
ูููููู
"Dan Kami turunkan dari Al-Quran sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS Al-Isra', 17:82)
*Ketiga โ Menghadirkan Ketenteraman Jiwa*
Membaca dengan hati yang tulus mendatangkan ketenangan yang sukar dilukiskan. Allah ๏ทป berfirman:
ุฃูููุง ุจูุฐูููุฑู ุงูููููู ุชูุทูู
ูุฆูููู ุงูููููููุจู
_"Alฤ bidzikrillฤhi tathma'innul qulลซb._ Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS Ar-Ra'd, 13:28)
Dan bukankah ketenteraman hati adalah syarat utama hadirnya kebahagiaan dalam hidup?
*03 โ PETUNJUK BAGI SIAPA SAJA YANG MENDEKAT*
Al-Quran memberikan petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dan mengabarkan pahala besar bagi Mukmin yang beramal saleh (QS Al-Isra', 17:9).
"Sesungguhnya Al-Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mukmin yang mengerjakan amal saleh ..." (QS Al-Isra', 17:9)
Petunjuk itu tersedia bagi siapa pun yang mau mendekat, tidak peduli sejauh apa pemahamannya hari ini. Sebab, bekerjanya Al-Quran dalam diri kerap berlangsung tanpa kita sadari.
Ini persis seperti yang dialami seorang bocah di pegunungan terpencil Kentucky, Amerika. Bagaimana ceritanya?
*04 โ KERANJANG BATUBARA YANG BERSIH*
Ada seorang kakek Muslim tinggal bersama cucunya. Setiap pagi sang kakek membaca Al-Quran dengan khidmat. Cucunya mencoba untuk meniru.
Namun, ia frustasi karena tidak memahami dan mengingat apa yang dibaca. Sehingga, ia bertanya, "Apa gunanya membaca Al-Quran jika aku tidak mengerti dan melupakan isinya?"
Kakek hanya tersenyum, lalu memintanya mengambil air dari sungai dengan sebuah keranjang batubara yang berlubang-lubang. Terdengar mustahil, tetapi sang cucu menurut.
Ia isi keranjang itu dengan air, lalu berlari sekencang-kencangnya. Namun air selalu habis menetes sebelum tiba di rumah.
Berkali-kali dicoba, berkali-kali pula gagal. Akhirnya ia menyerah, "Percuma, Kek. Keranjangnya tidak bisa menahan air."
"Lihatlah keranjangnya," ujar sang kakek.
Cucunya terperangah. Keranjang yang tadinya legam oleh noda batubara itu kini bersih berkilau, luar dan dalam.
"Begitulah membaca Al-Quran โฆ
Boleh jadi, kamu tidak mengingat semuanya, tetapi setiap kali membacanya, kamu sedang membersihkan hatimu. Al-Quran bekerja dalam dirimu, meski kamu tidak menyadarinya."
*05 โ JANGAN BIARKAN HARI BERLALU TANPANYA*
Maka, jangan sampai hari-hari kita berlalu tanpa sebaris pun bacaan Al-Quran di dalamnya. Sebab semakin banyak ayat yang kita baca, semakin banyak dosa berguguran.
Juga, semakin banyak pahala terkumpul, semakin banyak hajat terkabul, dan semakin ringan pula aneka masalah hidup terselesaikan. In syฤ Allฤh.
Adapun soal memahami artinya, itu perjalanan berikutnya yang tetap layak diperjuangkan. Namun jangan jadikan ketidakpahaman hari ini sebagai alasan untuk berhenti membaca.
Sebab keranjang itu, pelan-pelan, sedang dibersihkan.
๐ โฆ Disarikan dari *At-Tibyan* (Imam An-Nawawi), *Kisah Mengharukan* Para Penghafal Al-Quran (Nor Kandir), *Terapi Baca Al-Quran* (Dr. Jamal Ekzaky), dan *Energi Ilahi Tilawah* (Subhan Nur)
Inspirasi Terpopuler