WhatsApp Ada pertanyaan? Hubungi Kami
 
 
Kembali ke Halaman Inspirasi
Gambar Inspirasi
Eman Sulaiman, S.S.    15 Jun 2026

HIJRAH – KETIKA LANGKAH-LANGKAH SUNYI MENGUBAH JALANNYA SEJARAH

💧... Hijrahnya Rasulullah ﷺ dan para sahabat bukan sekadar perpindahan geografis dari Mekkah ke Yatsrib (Madinah). Ia adalah strategi Ilahi yang mengubah jalannya sejarah.

Di balik perjalanan sunyi dan penuh siasat ini, tersimpan pelajaran tentang perjuangan, keteguhan, dan ketulusan membangun peradaban dari nol—dengan iman sebagai fondasinya.

*MAKNA HIJRAH DAN LATAR BELAKANGNYA*

Secara bahasa, hijrah berarti berpindah, menjauhkan diri, atau meninggalkan sesuatu. Dalam sejarah Islam, hijrah mengacu pada migrasi besar umat Islam dari Mekkah ke Madinah (Yatsrib) pada 622 M.

Peristiwa ini menandai pergeseran penting: dari fase dakwah tertindas menuju pembentukan masyarakat Islam yang mandiri.

Hijrah terjadi karena beberapa sebab mendesak:

01. Tekanan dan siksaan kaum Quraisy terhadap Nabi ﷺ dan para sahabat semakin intens.

02. Dakwah mengalami stagnasi karena penolakan keras.

03. Bahaya nyata mengancam keselamatan Nabi ﷺ.

04. Datangnya jaminan perlindungan dari penduduk Madinah (Anshar).

05. Turunnya izin berperang dalam surat Al-Hajj, 22:39–41, sebagai bentuk legitimasi atas langkah hijrah.

*TAHAPAN HIJRAH: DIAM-DIAM, BERTAHAP, DAN PENUH STRATEGI*

Hijrah tidak terjadi dalam satu malam. Ia berlangsung bertahap dan terorganisir, terutama setelah peristiwa Bai'at Aqabah Kedua.

Yang mana, pada waktu itu 73 pria dan 2 wanita dari Madinah berbaiat kepada Rasulullah ﷺ dan menjamin keselamatan beliau jika hijrah.

*01 – Gelombang Pertama: Para Sahabat*

Nabi ﷺ memerintahkan para sahabat untuk hijrah secara diam-diam. Mereka pergi berkelompok kecil atau individu, menghindari intaian mata-mata Quraisy.

Beberapa sahabat yang dikenal sebagai kelompok muhajir awal:

* Abu Salamah bin Abdul Asad – berhijrah sendiri karena istrinya ditahan, menunjukkan pengorbanan luar biasa.

* Mush'ab bin Umair dan Ibnu Ummi Maktum – sudah diutus sebelumnya untuk mengajarkan Islam di Madinah.

* Umar bin Khathab – memilih hijrah secara terang-terangan dengan membawa pedang dan menantang siapa pun yang menghalangi.

* Utsman bin 'Affan dan Ruqayyah (putri Nabi), Abdurrahman bin 'Auf, Zubair bin Awwam, dan banyak lainnya menyusul dengan penuh kehati-hatian.

Sebagian besar dari mereka harus kehilangan seluruh harta benda, keluarga, atau harus berjalan jauh dengan resiko tinggi.

*02 – Puncak Hijrah: Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar Ash-Shiddiq*

Setelah mayoritas sahabat berangkat ke Yatsrib, Allah ﷻ memerintahkan Rasulullah ﷺ untuk menyusul.

Kaum Quraisy merencanakan pembunuhan terhadap beliau, sehingga Allah ﷻ mengatur strategi hijrah yang penuh keajaiban.

*Rencana Cermat*

* Hijrahnya Nabi ﷺ penuh strategi. Saat rumah beliau dikepung Quraisy, Ali bin Abi Thalib tidur di ranjang Nabi ﷺ demi mengelabui mereka.

* Abu Bakar telah menyiapkan dua unta dan penunjuk jalan bernama Abdullah bin 'Uraiqith.

* Asma' binti Abu Bakar ditugaskan untuk menyuplai makanan, sementara saudaranya, Abdullah, menyampaikan informasi penting.

* Nabi ﷺ dan Abu Bakar bersembunyi tiga malam di Gua Tsur sebelum memulai perjalanan memutar dengan rute memutar ke pesisir barat menuju Madinah.

*Tiba di Quba*

Rasulullah ﷺ berangkat dari Mekkah pada 27 Safar dan tiba di Quba pada 8 Rabi'ul Awwal. Di tempat inilah beliau membangun Masjid Quba sebagai masjid pertama dalam Islam.

Kemudian, pada 12 Rabi'ul Awwal, Nabi ﷺ melanjutkan perjalanan dan memasuki Yatsrib (Madinah). Di bumi hijrah inilah beliau disambut gegap gempita oleh kaum Anshar.

*03 – Gelombang Terakhir: Mereka yang Menyusul Kemudian*

Beberapa sahabat baru bisa menyusul setelahnya karena:

* Ditahan oleh Quraisy (seperti Abu Jandal bin Suhail),

* Bertugas menunaikan amanah (seperti Ali bin Abi Thalib),

* Atau, terhalang kondisi fisik dan keluarga (seperti Ummu Salamah yang terpisah dari suami dan anaknya).

Ali bin Abi Thalib berjalan kaki ke Madinah setelah menunaikan amanah Nabi ﷺ hingga kakinya melepuh. Pengorbanannya menjadi simbol ketulusan dalam menjaga kehormatan dan janji.

*DARI HIJRAH MENUJU PERADABAN MULIA*

Hijrah bukan sekadar lari dari tekanan, tetapi gerakan strategis menuju kemenangan. Di Madinah, Nabi ﷺ membangun masyarakat Islam yang berlandaskan keimanan, persaudaraan, dan keadilan.

Peristiwa hijrah menjadi titik balik sejarah Islam dan kelak dijadikan sebagai awal penanggalan kalender Hijriyah oleh Umar bin Khathab. Ia bukan hanya perpindahan fisik, tapi juga transformasi ruhani: dari keterpurukan menuju kejayaan.

📚 … Disarikan dari *Ar-Rahīq Al-Makhtūm* (Al-Mubarakfury), *Fiqh Sirah* (Ramadhan Al-Buthy). *Biografi Rasulullah ﷺ* (Mahdi Rizqullah Ahmad), *Nurul Yaqin* (Muhammad Al-Khudhari Bek).

4 Views
Kontak Kami
Jl. Cihanjuang No.34, Cihanjuang,
Kec. Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40559
Whatsapp Center 1
+62 857-2194-2783
Whatsapp Center 2
+62 857-2213-5737
Email
pst.tasdiqulquran@gmail.com
Yayasan Tasdiqul Quran
7224887258
Follow Us
Pesantren Tasdiqul Quran