WhatsApp Ada pertanyaan? Hubungi Kami
 
 
Kembali ke Halaman Inspirasi
Gambar Inspirasi
Eman Sulaiman, S.S.    27 Jul 2026

BELUM BISA MENUNAIKAN SHALAT MALAM? TENANG, PINTU LANGIT TIDAK HANYA SATU!

💧 ... Seringkali, kita ingin sekali bangun untuk Tahajud. Namun, mata terlalu berat, tubuh terlalu lelah, dan azan Subuh terlanjur menyapa sebelum kita sempat menegakkan satu rakaat pun.

Lalu muncul rasa bersalah, seolah kita telah gagal total sebagai hamba. Padahal, tahukah kita bahwa langit menyediakan begitu banyak pintu dan shalat malam hanyalah salah satunya?

*A – SEBUAH KETAKUTAN YANG INDAH*

Ada kisah tentang Ar-Rabi' bin Khaitsam. Suatu malam, putrinya bertanya, "Wahai ayahku, mengapa aku melihat orang-orang tidur nyenyak, sedangkan engkau tidak tidur?"

Ahli ibadah dari kalangan tabi'in ini menjawab lembut, "Wahai anakku, sesungguhnya ayahmu takut akan azab yang datang pada malam hari."

Namun, ulama yang meriwayatkan kisah ini menyertakan sebuah pesan yang melegakan.

Jika seseorang tidak mampu menahan beratnya berjaga pada malam hari, hendaklah ia tetap beramal dengan ketaatan kepada Allah dengan cara lain.

Riwayat ini bahkan diperkuat oleh kisah dua sahabat mulia. Abu Darda' pernah mengadu kepada Salman Al-Farisi tentang dirinya yang banyak tidur dan sulit bangun malam.

Apa jawaban Salman? Beliau berkata, "Tidurlah sesukamu! Namun, apabila engkau bangun, maka bertakwalah kepada Allah." (Raudhatul Unsi)

Mengutip komentar Dr. Abdul Wahab Ahmad terkait kisah ini, prioritas pertama memang menghidupkan malam dengan Tahajud. Namun, jika belum mampu, setidaknya jagalah ketakwaan diri saat terjaga.

Artinya, Allah Azza wa Jalla tidak menutup semua pintu hanya karena satu pintu terlewat. Ada pintu-pintu lain yang bisa kita optimalkan sesuai kemampuan.

*B – AMALAN PENGGANTI YANG TIDAK KALAH UTAMA*

Bagi kita yang kerap kalah oleh kantuk, ada sejumlah amalan yang bisa dioptimalkan sebagai gantinya. Beberapa di antaranya adalah:

*01. Tidur dalam Keadaan Suci dan Berniat Bangun Malam*

Meski akhirnya tidak terbangun, niat yang tulus tetaplah dicatat. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa siapa yang berniat bangun untuk shalat malam lalu tertidur hingga pagi.

Maka, dituliskan baginya pahala apa yang ia niatkan, sementara tidurnya menjadi sedekah dari Allah untuknya (HR An-Nasa'i dan HR Ibnu Majah).

*02. Membaca Zikir Sebelum Tidur*

Menutup hari dengan tasbih, tahmid, takbir, ayat Kursi, dan tiga surah perlindungan menjadikan seluruh tidur kita bernilai ibadah. Tidur yang diawali zikir adalah istirahat yang berpahala.

*03. Menjaga Shalat Subuh Berjamaah*

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa siapa shalat Isya berjamaah seakan ia telah shalat separuh malam; dan siapa shalat Subuh berjamaah seakan ia telah shalat semalam penuh (HR Muslim).

Inilah "penebus" paling utama sekaligus tawaran yang luar biasa bagi siapapun yang tidak sempat menunaikan Tahajud.

*04. Menghidupkan Waktu Setelah Subuh*

Alih-alih kembali tidur, duduklah berzikir sampai matahari terbit, lalu tunaikan shalat Isyraq dua rakaat. Pahalanya disebutkan setara menunaikan haji dan umrah yang sempurna (HR At-Tirmidzi).

*05. Menjaga Empat Rakaat Sebelum Zuhur*

Inilah shalat siang yang keutamaannya disandingkan dengan shalat malam. Nabi ﷺ bersabda bahwa empat rakaat sebelum Zuhur menyamai shalat menjelang Subuh (Silsilah Ash-Shahihah, No. 1431).

Inilah shalat ketika pintu-pintu langit dibukakan. Dan, Nabi ﷺ menjaganya karena beliau menyukai amal salehnya naik ke langit pada waktu tersebut (HR At-Tirmidzi).

Sungguh menggembirakan. Ternyata, ada celah waktu pada tengah hari yang pintu langitnya terbuka lebar, sebagaimana terbukanya pintu pada sepertiga malam terakhir.

*C – HAL TERPENTING: JANGAN BERHENTI MELANGKAH*

_"Ahabbul a'māli ilallāhi adwamuhā wa in qalla._ Amal yang paling dicintai Allah adalah yang paling konsisten, meskipun sedikit." (HR Al-Bukhari dan HR Muslim)

Renungkanlah hadits ini. Allah ﷻ tidak menuntut kita menjadi sempurna dalam semalam. Yang Dia cintai adalah hamba yang terus melangkah, sekecil apapun langkahnya.

Maka, jangan biarkan rasa bersalah karena terlewat Tahajud justru membuat kita berhenti beramal sama sekali. Itulah tipu daya yang harus kita waspadai.

Sebab lebih baik konsisten dengan amal-amal kecil yang terjangkau, daripada memaksakan amal besar lalu menyerah karena merasa selalu gagal.

Boleh jadi, seseorang yang tidur nyenyak namun bangun dengan hati penuh takwa, lebih Allah ﷻ cintai daripada yang terjaga semalaman namun lalai menjaga dirinya di siang hari.

Hal terpenting bukanlah seberapa banyak amalan sunnah yang terlewat, melainkan seberapa gigih kita untuk terus mendekat.

📚 … Disarikan dari *Ihya 345 Sunnah Nabawiyah* (Dr. Raghib As-Sirjani), Amalan-amalan Berpahala *Seperti Shalat Malam* (IslamHouse), dan lainnya.

2 Views
Kontak Kami
Jl. Cihanjuang No.34, Cihanjuang,
Kec. Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40559
Whatsapp Center 1
+62 857-2194-2783
Whatsapp Center 2
+62 857-2213-5737
Email
pst.tasdiqulquran@gmail.com
Yayasan Tasdiqul Quran
7224887258
Follow Us
Pesantren Tasdiqul Quran